Punya Skill Meretas Situs Pantaskah Dibanggakan?

Dendi Eko (bukan nama asli) sangat gembira bisa meretas website milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Akan tetapi berdasarkan pendapat pakar keamanan internet dari Vaksin dot com Alfons Tanujaya hal itu bukan suatu hal layaknya prestasi yang patut untuk dibanggakan oleh seseorang.

"Sebenarnya lumayan memalukan juga apabila si peretas merasa senang dan gembira bisa meretas suatu situs. Jelas sekali itu tindakan yang melanggar aturan & patas mendapat hukuman," kata Alfon sebagaimana dilansir oleh situs berita Detik.

Mental seperti itu ada baiknya untuk segera diubah. Pemerintah seharusya mengomunikasikan hal tersebut kepada masyarakat untuk tak gembira dan senang tatkala melakukan sesuatu yang melanggar hukum.

"Sebenarnya tindakan meretas suatu situs jelas-jelas melanggar peraturan, alasannya mengubah isi komputer orang atau pihak lain tanpa izin," ungkap Alfons.

Akan tetapi apakah para hacker yang masih muda tak difasilitasi biar tak salah jalan? Kata Alfons baiknya memang dilihat latar belakang dari aksinya terlebih dahulu.

Bilamana mereka melakukan aksi peretasan ada bertujuan guna menjadikan kekacauan & latar belakang politik, sebaiknya jangan sampai difasilitasi. Justru harus diberikan pelajaran yang menjerakan dan berat supaya tak jadi referensi jelek untuk yang lain.

Sebaliknya bila memang benar sang hacker baik dan murni tak mempunyai tujuan yang negatif dapat dipikirkan guna diarahkan dengan lebih baik. Toh Indonesia sangat membutuhkan tenaga di bidang IT yang sangat banyak.

"Jika hanya meretas situs sih bukanlah sesuatu yang terlalu susah dan sulit serta membutuhkan skill yang tinggi, yang perlu ditumbukan adalah perilaku kesatria yakni tidak gembira melakukan yang salah," ulas Alfons.

"Bila memang jago, silahkan saja retas situs yang sulit untuk diretas dan informasikan kepada pemilik situs jika situsanya bisa diretas dan beberkan kelemahannya. Itu baru namanya hacker yang menunjukkan guna dan manfaat," unkpanya.

Load disqus comments

0 comments